Loreo – ubah kamera SLR biasa menjadi kamera 3D

Membuat gambar/foto 3D saat ini yg paling gampang adalah memakai cara meggeserkan kamera dari kiri ke kanan atau membeli dua kamera yg identik. Kelemahan cara menggeser kamera adalah sulitnya memotret object yg tidak bisa diam.

Membeli 2 buah kamera yg kembar masih perlu usaha untuk memodifikasi rana/shutter-nya agar kedua kamera menjadi seirama ketika mengambil gambar. Kamera digital pocket, rata-rata sudah dilengkapi remote. Sehingga satu remote bisa diarahkan ke dua kamera tsb. Namun, kenyataannya proses dari 2 perangkat elektronik tetap sulit untuk bisa serempak 100%. Hal ini akan terlihat bila memotret air terjun. Butir-butir air sulit tertangkap di posisi yg sama pada gambar dari masing2 kamera.

Masalah ketidak-seragaman shutter ini tidak ditemui pada Lensa 3D Loreo. Lensa Loreo membelah bidang gambar menjadi dua foto kiri dan foto kanan dalam satu frame. Serta Lensa Loreo tetap memanfaatkan shutter tunggal dari kamera SLR. Dan keuntungan cara ini adalah Lensa Loreo dapat dipasang pada kamera SLR atau DSLR merek-merek sdh lazim dikenal, spt Nikon, Canon, Olympus dll. Hasil foto lensa Loreo akan membagi dua dari kertas foto 4R (lihat gambar). Foto kiri dan kanan tercetak berdampingan (side by side) – pararel view.

yona_pool3dloreo.jpg

Saya memiliki Lensa 3D Loreo untuk kamera canon EOS 5 – SLR analog atau DSLR full frame (EOS 5D – Digital SLR). Karena untuk seri EOS, lensa ini tetap bisa dipasangkan pada 400D atau 30D, namun krn 400D atau 30D bukan full frame, terjadi pemotongan gambar. Maka Loreo mengeluarkan juga Lensa 3D untuk kemera digital yg tidak full-frame. Sayang harganya koq menjadi lebih mahal. Lensa untuk SLR full frame yg saya miliki seharga Rp 400an ribu, sedangkan untuk non-full frame bekisar Rp 1juta-an.

Bentuk fisik
Tidak spt lensa-lensa kamera SLR umumnya, lensa Loreo memiliki dua jendela kotak yg berdekatan. Dudukan lensa sesuai dng kamera SLR yg ada. Namun pastikan type-nya ketika memesan lensa ini, canon untuk canon, nikon untuk nikon.
Bahan luar dari lensa ini terbuat dari plastik ringan. Di dalam jendela terdapat cermin di kiri dan di kanan.
Fungsi AF dan AE dari Kamera menjadi tidak berfungsi dng memasang lensa ini pada badan kamera SLR. Semua fungsi iris dan fokus diatur secara manual. Sehingga ketika pengambilan gambar pilihlah moda terbatas hanya pada mode Program, Auto dan moda manual saja. Pada moda program dan auto, selanjutnya kamera akan mengatur pencahayaan dng kecepatan rana/shutter yg sesuai.

manual_3dcap_2_640.jpg

[gambar diambil dari situs Loreo]

Persis dekat dudukan lensa ada 2 tuas, yaitu: pengaturan diafragma ( 22 dan 16) dan pengaturan fokus (potrait 1 hingga 2,5 meter, medium 2 – 6 meter, landscape(far) 5 meter keatas). Karena pilihan bukaan difragma cukup kecil, maka pememilihan ASA 200 atau ASA 400 menjadi keharusan. ASA 100 dapat dipilih bila kondisi pencahayaan cukup terang atau memakai tripod.

Kualitas
Secara umum, kualitas foto hasil Lensa ini mendapat nilai 8 (pada skala 10), dng element lensa yg sangat sederhana gambar yg dihasilkan lebih dari sekedar cukup detil. Memakai tripod dan mengatur tuas focus yg tepat menjanjikan foto 3D yg tajam.
Namun, beberapa keluhan dari pemilik loreo terhadap quality control produksi, spt beberapa lensa ditemukan memiliki hasil yg tidak seragam kepresisiannya. Bisa jadi, bila anda beli akan menemukan kedudukan cermin tidak pas, dan gambar tidak vertikal benar. Atau beberapa lensa antara kiri dan kanan tidak seragam focusnya. Tapi customer servis loreo mau membantu bila bisa menunjukkan hasil foto yg cacat. Atau kalo sedikit nekat, kita bisa membongkar lensa tsb untuk mengoptimalkan kinerjanya.

Keterbatasan
Karena jarak jendela kiri dan kanan sangat berdekatan (55 mm), bila dibandingkan jarak kiri-kanan rata2 mata manusia (60 – 65 mm), maka kesan kedalaman terasa dramatis bila object foto berjarak mulai 2 meter hingga 60 meter. Lebih dari 60 meter perbedaan paralax 55mm tidak mampu lagi dng tegas memisahkan jarak benda-benda. Hal ini ditemui bila foto landscape murni. Jadi bila ingin foto landscape kita harus tetap memikir suatu object pada latar depan yg menjadi pusat perhatian.

Hasil foto dari lensa Loreo membagi dua frame yg normal, sehingga foto 3D dari Loreo berorientasi potrait (vertical)

Tambahan
Setiap pembelian lensa Loreo atau Kamera pocket 3D dari Loreo, selalu disertakan sebuah viewer 3D loreo (pararel view) yg keren. Viewer ini dapat dibeli terpisah. Kemampuan viewer ini untuk pemakaian kertas foto berukuran 3R dan 4R. Tersedia juga viewer genggam yg sederhana, yg dikhusukan untuk melihat foto 3D (side by side) pada layar komputer, atau ukuran foto 3D side-by-side yg sudah terlalu besar untuk dilihat langsung secara pararel view.

loreo_viewer.jpg

info lebih detil di
http://www.loreo.com
http://www.loreo.com/pages/products/loreo_3dcap.html

Pendek kata dng Lensa ini, anda bisa membuat gambar 3D sendiri tanpa bantuan jasa khusus, karena mulai dari proses pemotretan, mengolah gambar dan mencetak hasil akhir, tetap memakai cara lama dng teknologi kamera SLR yg sdh ada, tanpa perlu perlakukan khusus.

salam
iful

3 Balasan ke Loreo – ubah kamera SLR biasa menjadi kamera 3D

  1. Inthos mengatakan:

    Mohon info dimana saya bisa membeli produk loreo untuk eos di jakarta ?

    Thanks

  2. nanang priyo mengatakan:

    mohon info untuk membeli produk lensa LOREO di Indonesia… trims

  3. iful3d mengatakan:

    Untuk Inthos & Nanang

    Setahu saya tidak ada pemasok atau distributornya di Indonesia. Lagi pula Loreo bisa dipesan on-line, koq.

    Jika punya kenalanan atau saudara di Hong Kong, bisa titip sebagai oleh-oleh🙂

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: