Menakjubkan, koleksi perangkat 3D Tomasz… sangat lengkap!

September 17, 2014

Pada hari Sabtu 13 September 2014 lalu, kami mengujungi teman Polandia, Tomasz, di Krasnosielc. Polandia.  Krasnosielc adalah desa kecil berada kurang lebih 90 Km dari utara Warsawa. Suasana desa tersebut, keasrian tempat tinggal Tomasz dan istrinya,  saya taruh terpisah pada pada album 3D foto di  phereo, klik di SINI. Rasanya kunjungan sehari tidak cukup puas untuk melihat semua koleksi-koleksinya. Mungkin jika ada waktu saya dan Yona dapat lagi berkunjung kembali.

Koleksi perangkat 3D yang sangat lengkap, mulai dari kamera, Viewer, buku-buku, reel ViewMaster hingga gadget 3D terkini.  Tomasz yang berprofesi sebagai dokter hewan dan juga merangkap kepala desa di desa tersebut, membeli sebagian besar koleksinya melalui on-line. Berikut beberapa foto-foto dari koleksi beliau yang sempat saya abadikan.

  • Kamera-kamera dan Viewers, mulai dari yang tertua sekitar pertengahan 1800 an hingga mulai berakhirnya era analog
IMG_4509

Rak Kaca berisi kamera 3D dan bagian atau adalah viewer dari era 1800an.

P1110013

ternyata ada juga disposable camera 3D

IMG_4501

berbagai kamera 3D lengkap dengan lampu blitz yang sesuai

P1110053

berbagai jenis lens splitter 3D

IMG_4502

tampak depan rak berisi kamera 3D analog

IMG_4504

kamera-kamera diproduksi ‘sekarang’ sekitar 1990 ~ 2000an, termasuk disposable camera

P1110082

ide cemerlang dari ViewMaster, agar film 135mm dapat menampung 64 jepretan foto stereo (sepasang) sesuai dengan ukuran frame ‘reel-viewmaster

  IMG_4503 P1110049 P1110060 P1110063  

  • ViewMaster,viewer 3D  lainnya yang sezaman dan berikut koleksi gambar 3D sesuai untuk masing-masing  jenis viewer
HighEnd dan 'biasa' (biru)

yang hitam adalah ‘roll royce’-nya view master, sangat presisi dan akurat. sehingga gambar sangat jernih dan ‘nyaman’ di mata, plus dilengkapi dengan battery dan lampu di dalamnya sehingga menjadi berat tetapi tidak perlu lagi mengarahkan ke cahaya untuk melihat gambar, bandingkan dengan produksi sekarang (warna biru) dari plastik yang ringkih dan hasil gambar 3Dnya tidak presisi kadang membuat pusing

P1110015

koleksi viewer kuno (di atas rak) dan beberapa jenis dan versi view master

P1110042

koleksi foto-foto 3D lama dan bersejarah

ViewMaster dengan jalur suara

view master ‘bersuara’ sehingga setiap slide 3D yang kita lihat akan memberikan penjelasan dengan narator, lihat pita/bar hitam di tengah cakram view master penasaran juga bagaimana cara kerjanya, asumsi saya seperti pita magnetic (cassette)

 view master

  • Buku-buku 3D, mulai dari buku bersifat teknis hingga buku referensi lainnya.
P1110033

oh..baru tahu Brian May, gitaris Queen penulis buku ini dengan foto-foto 3D

P1110027 P1110041 P1110vv

  • Proyektor Analog

[masih di edit]

  • Perangkat Display 3D sekarang
P1110045

sedang membokar simpanan perangakat display 3D, tentu produksi tahun sekarang, mungkin sangat sulit ditemukan di toko elektronik ‘biasa’, kecuali pesan on-line

[tulisan artikel ini dan penjelasan gambar-gambar di atas masih direvisi dan di-update]


Ide: Stereo-Base Bervariasi Pada Kamera Tablet

September 4, 2014

An idea: Variable Stereo Base on Tablet’s Camera

[please  scroll down to read in English ]

-


[Bahasa Indonesia]

Ada beberapa alasan memungkinkan Tablet dapat menjadi  gerbang  yang  mudah dan asyik bagi pemula stereo (3D) fotografi.  Namun  hasil foto 3D dari Tablet  tetap sesuai dengan kaidah-kaidah  fotografer 3D serius. (lihat gambar rancangan Tablet di bawah)

  • Dari sisi kualitas, kamera yang terpasang pada tablet saat ini sudah mencapai spesifikasi nilai fotografi.
  • Memungkin variasi stereo base yang lebar (dari hypo stereo ke hyper stereo). Kamera terpasang pada tablet umumnya kecil dan ringan, sehingga salah satu dari kamera strereo dapat dirancang  untuk bergerak bebas. Saling menjauh (hyper stereo, dipakai untuk foto long shot, foto landscape terbatas) atau saling mendekat (normal dan hypo stereo, dipakai untuk medium shot dan close-up). Jarak pisah paling jauh tergantung lebar fisik tablet (dalam posisi landscape)
  • Pergerakan kamera (dari hypo, normal  hingga hyper stereo) dapat dibuat otomatis atau auto-stereobase, sehingga fotografer 3D tidak perlu pusing lagi untuk memperhitungkan nilai stereo base setiap  pemotretan.
  • Dari penjelasan di atas  memungkinkan candid foto 3D  (mulai dari foto dekat atau close-up hingga foto aksi). Fotografer 3D cukup “mengarahkan dan bidik” kamera tablet dengan mudah karena semuanya otomatis termasuk nilai stereo base.
  • Layar 3D lenticular pada layar tablet, sehingga tidak perlu kacamata 3D ketika melihat hasil foto 3D atau video 3D secara langsung.

Sangat berharap agar pembuat atau brand Tablet saat ini  untuk bersedia mempertimbangkan ide  ini pada produk berikutnya.  -Salam Iful3D -

-


[In English]

There are some reasons allowing the tablet can be a gate for beginners  stereo (3D) photography in easy and fun way. However, the 3D results  still meet the “rule of thumbs”  of serious 3D photographer. (see the design of Tablet)

  •  In terms of quality, the tablet’s camera today has reached the specification of photography values.
  • Wide range of stereo base is possible to be mounted on Tablet (from hypo to hyper stereo). The tablet’s camera are generally small and lightweight, making it one of the stereo cameras can be designed to move freely. Separating away from each other (hyper stereo, for long shot, limited landscape photographs) or moving closest each other (normal and hypo stereo, for medium shots and close-up).  The very far of  two cameras separated is depend on physical width of  the tablet (tablet is in landscape position).
  • The movement of the camera (from hypo stereo, normal stereo to the hyper stereo) can be made automatic or auto-stereobase, so the 3D photographer has no longer bother for calculating the stereo base of each 3D shoot.
  • From the description above, 3D candid photos is quite possible and fun (from close-up photos to action photo). 3D Photographers just do “aim and shoot”  because everything is automated including stereo base value.
  • 3D lenticular screen on the tablet screen has been available today,  therefore 3D glasses is not required to watch 3D photos or 3D video.

Really to hope that manufacturers or brand tablet today are willing to apply this idea at their next product. -cheers Iful3D

-

 


the design  - variable stereobase on tablet's camera

the design – variable stereobase on tablet’s camera

 

[note: this article is still updated, let me know if any typo or mistake, thanks]


Phereo, melihat foto 3D di web dengan pilihan berbagai format

Agustus 27, 2014

Tidak seperti di flickr atau album foto di sosial-media lainnya (facebook, google+ dll) dimana koleksi foto-foto 3D mesti dibuat sebagai foto 3D anaglyph (merah-sian) atau free view (lihat silang ataupun lihat sejajar) agar foto 3D tersebut dapat dinikmati langsung dari browser internet di layar komputer, tablet maupun Smart TV, maka di Phereo punya opsi 3D viewer sendiri dan dapat dilihat berbagai display dan aplikasi browser dunia maya.

Di Phereo, kita cukup mengupload satu format dasar saja, misal side-by-side atau mpo, selanjutnya viewer 3D di Phereo akan memberi kebebasan bagi pengamat gambar/foto 3D di internet dengan beberapa pilihan format gambar 3D, mulai dari yang lawas dan sederhana, seperti 3D anaglyph, parallel-view  hingga yang ‘rumit’ dan memerlukan perangkat keras khusus agar dapat melihat gambar 3D tersebut, seperti: 3D vision, interlanced, oculus rift dan 3D TV.halaman album dan koleksi foto 3D

Untuk lebih kenal, silahkan kunjungi album foto 3D saya di Phereo, klik linknya di SINI. Secara sepintas Phereo (foto di atas) akan menampilkan foto ‘biasa’ 2D pada halaman depan secara thumbnails. Jika salah satu gambar dipilih (klik pada gambar), maka akan muncul gambar 3D dengan format anaglyph, dimana memerlukan kacamata 3D anaglyph merah-sian (biru muda).

tampilan foto yang dipilih

 

Pilihan opsi format gambar 3D lainnya dapat dipilih melalui tombol-tombol di bawah kiri bingkai foto. Di situ terdapat tulisan 3D vision, Interlanced, Anaglyph (sebagai pilihan awal), Parallel, Wiggle (flashing GIF) dan terakhir 2D (jika ingin melihat sebagai foto biasa). Khusus 3D vision dan Interlanced memerlukan setting dan perangkat khusus di komputer anda (akan dibahas terpisah di artikel lain).

opsi format 3D yang tersedia

Jika anda mempunyai TV 3D atau monitor berkemampuan menampilkan gambar 3D atau juga jika browsing langsung dari Smart TV (3D), maka silahkan pilih tombol di kanan atas frame foto yang bertuliskan 3D TV.

opsi 3D TV dan oculus rift

Di frame kanan atas juga terdapat tulisan Oculus Rift,  tentu sangat berguna jika anda mempunyai perangkat tersebut. Kedua tombol tersebut (3D TV dan Oculus Rift) akan tampil atomatis sebagai moda full screen. Memang kedua opsi ini hanya optimal jika dilihat dengan tampilan layar penuh.

 

Contoh gambar dalam pilihan Oculus Rift dalam tampilan penuh (full screen) dan windowed.

oculus riff dalam layar penuhwindow oculus rift

 

Berikutnya pilihan 3D TV dalam tampilan windowed, (namun jika dilihat melalui TV 3D mesti dalam moda layar penuh dan pada pengaturan gambar 3D di TV anda pilih ‘Side-by-Side‘ atau SBS). Di sini kita dapat melihat bahwa 3D TV memerlukan format Half Side-by-Side (Half SBS) yaitu format gambar stereo – kiri dan kanan saling bersebelahan tapi rasio horizontal dikompresi separuhnya dari gambar aslinya.

Half SBS untuk 3D TVOke, silahkan  menikmati gambar-gambar 3D di Phereo melalui perangkat yang anda miliki sekarang.

 


Membuat Peta Kedalaman (depth map)

April 12, 2014

(click here to read in English)

Keberhasilan konversi 2D ke 3D adalah ketika menafsirkan secara logis gambar yang akan dikonversi menjadi gambar stereo. Artikel berikut merupakan kelanjutan dari artikel Mengubah foto 2D menjadi 3D. Di sini akan dibahas lebih jauh tentang cara membuat peta kedalaman  se-‘realistis’ mungkin.

 

Peta Kedalaman

Cobalah mengamati peta kedalaman pada gambar ini, maka  terlihat seperti peta kontur dimana area yang memilki kedalaman sama akan diwakili oleh tingkat keabu-abuan yang sama juga.  Tidak sulit memahaminya jika anda sudah mengenal  peta kontur. Garis-garis dengan nilai tertentu pada peta kontur menunjukkan bahwa ketinggian yang sama pada suatu permukaan.

proses konversi dari gambar 2D, peta kedalaman dan hasil akhir menjadi gambar 3D

proses konversi dari gambar 2D, peta kedalaman dan hasil akhir menjadi gambar 3D

 

Langkah demi langkah, cara membuat Peta Kedalaman

PERTAMA, Untuk mempermudah pembuatan peta kedalaman dan interpretasi gambar datar (2D). Pertama-tama, adalah untuk merancang garis kontur. Di bawah ini adalah interpretasi yang paling dekat dari kedalaman yang diwakili oleh garis kontur.

Langkah pertama, membuat garis kontur

Langkah pertama, membuat garis kontur

Catatan: Pastikan agar setiap garis kontur adalah kurva tertutup. Ini akan memudahkan nantinya  ketika mengisi warna keabuan dengan memakai ‘bucket fill tool’ pada GIMP.  Pembuatan garis kontur ini ditaruh pada layer tersendiri.

 

KEDUA, Membuat sketsa sederhana dari pandangan atas (top view) untuk membantu penentuan tingkat keabu-abuan dengan skala yang pasti dan konsisten.

step2 related to grayscale to topview map

 

KETIGA, Selanjutnya, mengisi kurva  kontur dengan warna sesuai dangan tingkat keabuan yang sudah ditentukan. Lihat contoh di bawah, sketsa baju lengan pada ‘orang yang kedua’ adalah diisi dengan skala warna abu-abu  50.

step3 to fill in gray related borderT

Ingat, gambar peta kedalaman dibuat dalam layer terpisah dengan layer ‘garis kontur’. Lanjutkan mengisi tingkat abu-abu pada kurva berikutnya.

step3a to fill in gray related borderT

 

KEEMPAT, Setelah terisi semua, maka langkah selanjutnya untuk mengisi celah dengan warna abu-abu yang bersebelahan dengan celahnya.

step4 to clean upl inborder gapT

step4a to clean upl inborder gapT

Akhirnya, peta kedalaman dari gambar 2D telah selesai. Perhatikan bahwa objek yang lebih dalam (menjauh) terlihat lebih gelap. Peta kedalaman ini akan digunakan oleh aplikasi GIMP untuk menggeser piksel. Cara menggeser piksel dapat dilihat di link artikel ini Mengubah foto 2D menjadi 3D.

 

Catatan:

Tulisan ini masih diupdate & dikoreksi, namun langkah-langkah utama di atas sudah dapat membantu dalam pembuatan peta kedalaman.

Gambar 2D aslinya tertulis pada halaman flickr Gambar hasil konversi di bawah ini. Klik gambar tersebut untuk menuju situs flickr.
TOS 010 Andrea - anaglyph


Memperbarui Kamera Kembar

Desember 14, 2013

Sudah 4 tahun lebih saya memakai kamera kembar Canon Powershot 590 IS sebagai kamera 3D saya. Dengan usia tersebut sudah sa’atnya untuk memperbarui dengan kamera terkini. Beberapa alasannya adalah kualitas sensor 590 IS  tidak ‘sesegar’ ketika masih baru, suara motor lensa zoom makin terdengar kasar dan tentu beberapa fitur memang perlu di-update, seperti: resolusi pixel, kemampuan video HD, rentang zoom dll.

Cukup lama untuk mencari kamera pengganti, selain itu situs SDM (Stereo Data Maker)yang tidak pernah di-update sejak 2009 dan tidak banyak merek kamera ringkas (compact camera)yang dapat dimodifikasi menjadi kamera 3D. Pernah terpikirkan untuk memilih DSLR sebagai kamera 3D namun karena saya suka travelling,  membawa-bawa dua kamera tambun dalam tas ransel adalah bukan pilihan tepat. Untungnya saya masih ikut milis SDM, sehingga didapat  informasi bahwa untuk memodifikasi aplikasi kamera ringkas Canon menjadi kamera stereo tidak lagi dari situs SDM, namu sudah pindah ke ASSIST

kamera pengganti dan lam

Memang tidak semua Camera Compact Canon model terbaru tersedia di ASSIST karena pembuatnya tidak mungkin juga membeli semua kamera terbaru.  Mendorong saya untuk mengontak langsung David Sykes – si pembuat aplikasi SDM dan webmaster ASSIST, Dave Mitchell,  berharap mereka bersedia membantu mengupdate SDM untuk kamera terkini. Singkat kata, David mau membantu mengupdate aplikasi SDM untuk kamera terbaru asalkan saya juga mau membantu menguji aplikasi pada kamera pilihan saya. Secara  bersamaan saya telah memilih  Canon SX260HS, model tahun 2012 yang diproduksi 2013 sebagai pengganti kamera 3D yang lama.

Saat artikel ini ditulis kamera  SX260HS sudah bisa memotret bersamaan, untuk mengambil gambar stereo (3D). Namun agar aplikasi SDM benar-benar stabil masih diperlukan beberapa test yang harus dilakukan. Berikut tampilan layar SX260HS dengan aplikasi SDM yang terpasang. [Update test ini ditulis setelah gambar dibawah.]

test

[ update ]

uji sinkronisasi

hasil uji sinkronisasi, kamera kiri dan kanan mampu serempak ketika meng’capture’ kedipan layar CRT.


sedikit tentang Kaiserpanorama

Oktober 30, 2013

Minggu lalu, tanggal 25 Okotber 2013, berkesempatan berkunjung ke Museum Kinematografi di kota Łódź Polandia. Yang menarik adalah di museum ini adalah tersedianya ruang pamer khusus untuk stereografi, baik foto ataupun film. Termasuk alat melihat gambar-gambar 3D di abad 18, tersedia cukup lengkap dipamerkan.

gerbang museum dengan warna yang cerah

Salah satu ruang, terdapat alat hiburan stereoskopi yang tertua, yaitu Kaiser-Panorama. Berbentuk silinder besar dimana orang (pengamat) mengelilingi untuk mengintip gambar 3D melalu viewer yang tersedia. Alat ini sudah direnovasi namun tidak berfungsi 100%. Kita masih bisa melihat foto-foto 3D tetapi tidak lagi bergantian gambarnya, melainkan hanya statis saja.

arsip foto, suasana penonton jaman dulu poster sa'at dipamerkan kembali setelah renovasi lumayan besar  jadi ada 25 kursi dan duapuluh lima gambar yg bergantian


Diagram – Ringkasan Alur-Kerja Pembuatan Foto 3D

Oktober 7, 2013

Keseluruhan alur kerja pembuatan foto 3D dirangkum dalam satu diagram di bawah. Dimulai dari cara-cara pemotretan stereo foto (3D) hingga berbagai cara untuk melihat gambar stereoskopis.  Diagram dibuat dalam dua versi bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris.

Diharapkan diagram ini dapat bermanfaat dalam menjelaskan garis besar fotografi 3D  untuk semua level, baik yang baru mengenal foto 3D hingga fotogarfer 3D.

Diagram dalam Bahasa Indonesia

ringkasan cara membuat foto 3D

ringkasan cara membuat foto 3D

In English

Summary to make 3D photo

Summary for making 3D photo


Mengikuti ISU World Congress 2011 dan 2013

September 24, 2013

Setelah hadir International Stereoscopic Union (ISU) World Congress 2011 di Egmond aan Zee, Belanda, sebenarnya tidak ada rencana untuk menghadiri congress yang berikutnya. Namun karena tahun 2013  ada kesempatan berpergian ke Eropa, jadi akhirnya saya dan Yona dapat hadir pada ISU congress – 2013, Ljubljana, Slovenia.

~

Logo ISU 2011

Logo ISU 2011

18th Conggress of ISU 2011 – Egmond aanZee

Sebelumnya, ini sedikit gambaran tentang congress 2011 Egmond aanZee Belanda, yang dihadiri 180an peserta berbagai negara. Saya dan Yona menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. Peserta Asia yang paling banyak berasal dari Jepang dan Korea Selatan. Acara ini menjadi ajang pertemuan penggemar, hobby dan professional dalam bidang foto/film 3D, namun perlehatan dua tahun sekali  menitik-beratkan pada acara presentasi hasil karya foto/film 3D dari anggota ISU.

proj3d

dua projector Dell dengan filter polarisasi untuk menampilkan karya-karya anggota ISU

Sehingga hampir seharian dalam seminggu dari  20 ~ 26 Agustus 2011 adalah menonton presentasi foto-foto dan film 3D di ruang aula hotel Zuiderduin.

tempat conggress

tempat congress

goodieback 2011 lebih banyak daripada 2013

Goodieback 2011

Disela-sela acara presentasi, ada kegiatan excursion, sekalian memberi kesempatan peserta untuk hunting foto 3D bersama-sama. Karena trip ini ada biaya tambahan maka kami memilih melakukan trip sendiri. Tentu berbekal turis informasi  kita bisa hunting foto 3D dengan mandiri ketempat-tempat wisata di Belanda yang menarik. Kadang-kadang kita menjumpai orang yang membawa kamera 3D. Ini  bisa ditebak mereka adalah peserta congress juga yang sedang hunting foto 3D. Hanya sekali kami mengikuti trip yang diadakan oleh panitia  congress ISU, yaitu keliling Egmon Aan Zee dengan sepeda, dimana sepeda tersebut dipinjamkan dari pihak Hotel tempat acara ini berlangsung.

Egmon AanZee

Egmond aanZee dilihat dari bukit, ciri khasnya adalah menara suar.

Menjelang penutup acara, dua hari terakhir ada acara Table Trade, yaitu semacam bazar yang menjual semua peralatan dan pernak-pernik stereofoto. Terbeli juga oleh kami antara lain koleksi view master, lukisan 3D  dan kacamata 3D Xpand (untuk projector 3D DLP ready). Dibandingkan Table Trade pada congress 2013 di yang baru saja lewat Agustus 2013 yang lalu, Table Trade 2011 lebih beragam dan banyak yang dijajakan.

Table Trade ISU 2011

lapak view master, buat ngiri aja :)

~

19th Conggress of ISU 2013 – Ljubljana

Logo ISU 2013

Logo ISU 2013

Selanjut pada World Congress 2013 Ljublana, komposisi acaranya lebih banyak pada acara excursion, sedangkan acara presentasi atau pemutaran film 3D hasil karya anggota ISU tentu tetap ada, tapi rata-rata hanya setengah hari. Berbeda dengan 2011, acara ISU congress bukan di aula Hotel tapi  semacam auditorium balai pertemuan kota Ljubljana. Karena dalam ruang audiotorium, maka kursi penonton lebih nyaman untuk menonton berjam-jam foto 3D dan film 3D.

kota Ljubljana dari bukit kastil

kota Ljubljana dilihat dari salah satu buki kastil besar

table trade

suasana Table Trade ISU 2013
disela-sela istirahat presentasi foto dan film 3D

peserta sedang memotret 'foto model' 3D

disa’at excursion, salah satu peserta memotret 3D dengan ‘foto model’nya  :)

trip ke Velika Planina

karena ada trip yang masuk wilayah pegunungan Alpen, maka satu excursion ini “wajib” kami ikuti yaitu ke Velika Planina

  • Foto-foto(3D anaglyph) trip Velika Planina ada di Flickr iful’s_set: Velika Planina
  • Foto-foto (3D anaglyph) lainnya di Ljubljana ada di Flickr iful’s_set: Ljubljana

Lagi-lagi sudah dua kali hadir congress ISU, tapi saya belum sempat juga terlibat untuk mempresentasikan foto-foto 3D buatan sendri. Sayangnya dalam mempresentasi karya tidak dibedakan antara hasil karya professional plus perusahaan dengan karya individu ataupun hobby. Bukan berarti karya hobby tidak bagus, namun tidak bisa disamakan karena hasil karya dari pebisnis film 3D tentu mempunyai modal yang kuat untuk membuat suatu karya 3D.

penutupan ISU congress 2013

penutupan ISU congress 2013

Mudah-mudahan saya masih ada kesempatan mengikuti ISU 2015 yang akan diadakan di Busan, Korea Selatan.

salam


Mencoba Camcoder 3D yang ringkas dan ekonomis

November 5, 2012

Mudah-mudahan perangkat kamera 3D tidak selalu menjadi gadget yang merepotkan dan njelimet, tapi menjadi lebih praktis dan mudah dipakai oleh siapa saja, seperti camcoder 3D yang  tiba tanggal 2 November kemarin malam. Kamera ini adalah bonus dari pembelian TV LED3D 42″. Jadi sa’at ini ditulis, saya belum tahu pasti apakah dapat dibeli di toko-toko elektronik/kamera secara umum. Jika dilihat diweb resmi merek ini, harganya tidak lebih dari Rp 3 juta, info lebih detil pada web resminya. klik link ini DXG-5F9V 1080 3D

Bentuk dan ukuran fisik kamera video ini cukup ringkas dan nyaman digengam dan umumnya kamera video entry level yang tidak memiliki banyak tombol-tombol. Hal unik yang membedakan kamera video ini jika dibandingkan dengan kamera biasa adalah pada lensanya, yaitu terdapat dua lensa kembar dan juga Display Monitor 3,2″ sekaligus menjadi 3D viewer.Posisi kamera

Lensa kembar dapat diputar sehingga ukuran kamera menjadi lebih kompak sa’at disimpan. Kita dapat melihat sensasi gambar 3D di monitor tersebut tanpa memerlukan kaca mata 3D.

Bagi penggemar camcoder yang serius, tentu tidak banyak berharap dari setting  kamera ini, hampir semuanya otomatis. yang masih bisa diatur hanya EV kompensasi, ukuran gambar,  white balance  dan zoom.  Bagi yang terbiasa  memotret foto 3D dengan kamera kembar (dua kamera) akan terasa ‘kikuk’  juga karena stereobase kamera ini tidak dapat diubah-ubah. Sehingga untuk mendapatkan shooting 3D terbaik hanya dalam jangkauan medium shot (2 meter hingga 10 meter).

Secara teknis resolusi gambar adalah full HD atau 1080p. Jika ingin menghemat ruang SD card dapat diatur menjadi 720p atau disetting  lebih rendah lagi menjadi WVGA (848 x 480), Lensa dan sensor CMOS yang kecil  sehingga tidak cukup handal untuk mengambil gambar dalam kondisi kurang cahaya. Untuk setting optimal dan mengambil objek bergerak cepat maka pilihan 720p 60Hz adalah terbaik.

Hasil file foto atau movie berupa gambar 3D half SBS (side-by-side)  atau foto kiri-kanan berdampingan dengan rasio horizantal yang dimampatkan menjadi setengahnya. Format ini cukup universal dibaca kebanyakan display 3D  (TV 3D). Berikut ini hasil gambarnya capture 3D half SBS 1080.

Untuk kualitas film, kamera ini terdapat beberapa frame slip (mudah2an krn SD cardnya) . Contoh video 3D dapat dilihat di Youtube http://youtu.be/pgRxgGgPb38, (klik icon 3D di menu kanan bawah agar sesuai format 3D  yang anda diinginkan) . Video tersebut telah dikecilkan resolusinya dari aslinya 1080 menjadi 480.

Secara keseluruhan, kemampuan kamera ini lebih dari cukup jika tujuannya adalah kepraktisan ketika  mengabadikan kegiatan sehari-hari dalam 3D. Hasil 3D-nya pun sangat layak ditampilan pada TV L3D. Namun, jika anda ingin foto/gambar 3D  dengan variasi lebih luas (dari macro hingga landscape) maka memakai dua kamera adalah tetap cara yang terbaik.


Konversi 2D ke 3D dengan ‘plug in’ pada GIMP

Juni 16, 2012

Jika  sudah membaca cara konversi di web ini (kunjungi tab tutorial di sini) tentu Anda akan mudah memanfaatkan tool tambahan pada GIMP yaitu plug in gratis untuk membantu proses konversi foto 2D menjadi 3D  dengan lebih cepat.

Prisip kerjanya tetap sama dengan di tutorial, yaitu memakai peta kedalaman (depth map),  jadi  tidak perlu lagi dijelaskan lagi disini bagaimana cara kerjanya. Untuk detil langkah demi langkah pemakaian plug in dapat dibaca dari situs pembuatnya (http://www.idea2ic.com/OtherStuff/3D_files/Make%20Any%20Photo%203D.html).

Kemudahan (baca: keunikan) plug in adalah depth map (peta kedalaman) berwarna jadi  bukan memakai peta kedalaman yang keabu-abuan (grey level).   Grey Level kerap kali membuat kebingungan saat warna abu berada disekitar hitam atau sebaliknya.

Depth Map  yang berwana

Kekurangan plug in ini adalah hasil foto stereo tidak lebih besar dari 1000 pixel, karena hasil akhirnya memang ditujukan untuk cross view dan parallel view.

Selamat membuat foto 3D dari foto-foto 2D anda.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.