Menakjubkan, koleksi perangkat 3D Tomasz… sangat lengkap!

September 17, 2014

Pada hari Sabtu 13 September 2014 lalu, kami mengujungi teman Polandia, Tomasz, di Krasnosielc. Polandia.  Krasnosielc adalah desa kecil berada kurang lebih 90 Km dari utara Warsawa. Suasana desa tersebut, keasrian tempat tinggal Tomasz dan istrinya,  saya taruh terpisah pada pada album 3D foto di  phereo, klik di SINI. Rasanya kunjungan sehari tidak cukup puas untuk melihat semua koleksi-koleksinya. Mungkin jika ada waktu saya dan Yona dapat lagi berkunjung kembali.

Koleksi perangkat 3D yang sangat lengkap, mulai dari kamera, Viewer, buku-buku, reel ViewMaster hingga gadget 3D terkini.  Tomasz yang berprofesi sebagai dokter hewan dan juga merangkap kepala desa di desa tersebut, membeli sebagian besar koleksinya melalui on-line. Berikut beberapa foto-foto dari koleksi beliau yang sempat saya abadikan.

  • Kamera-kamera dan Viewers, mulai dari yang tertua sekitar pertengahan 1800 an hingga mulai berakhirnya era analog
IMG_4509

Rak Kaca berisi kamera 3D dan bagian atau adalah viewer dari era 1800an.

P1110013

ternyata ada juga disposable camera 3D

IMG_4501

berbagai kamera 3D lengkap dengan lampu blitz yang sesuai

P1110053

berbagai jenis lens splitter 3D

IMG_4502

tampak depan rak berisi kamera 3D analog

IMG_4504

kamera-kamera diproduksi ‘sekarang’ sekitar 1990 ~ 2000an, termasuk disposable camera

P1110082

ide cemerlang dari ViewMaster, agar film 135mm dapat menampung 64 jepretan foto stereo (sepasang) sesuai dengan ukuran frame ‘reel-viewmaster

  IMG_4503 P1110049 P1110060 P1110063  

  • ViewMaster,viewer 3D  lainnya yang sezaman dan berikut koleksi gambar 3D sesuai untuk masing-masing  jenis viewer
HighEnd dan 'biasa' (biru)

yang hitam adalah ‘roll royce’-nya view master, sangat presisi dan akurat. sehingga gambar sangat jernih dan ‘nyaman’ di mata, plus dilengkapi dengan battery dan lampu di dalamnya sehingga menjadi berat tetapi tidak perlu lagi mengarahkan ke cahaya untuk melihat gambar, bandingkan dengan produksi sekarang (warna biru) dari plastik yang ringkih dan hasil gambar 3Dnya tidak presisi kadang membuat pusing

P1110015

koleksi viewer kuno (di atas rak) dan beberapa jenis dan versi view master

P1110042

koleksi foto-foto 3D lama dan bersejarah

ViewMaster dengan jalur suara

view master ‘bersuara’ sehingga setiap slide 3D yang kita lihat akan memberikan penjelasan dengan narator, lihat pita/bar hitam di tengah cakram view master penasaran juga bagaimana cara kerjanya, asumsi saya seperti pita magnetic (cassette)

 view master

  • Buku-buku 3D, mulai dari buku bersifat teknis hingga buku referensi lainnya.
P1110033

oh..baru tahu Brian May, gitaris Queen penulis buku ini dengan foto-foto 3D

P1110027 P1110041 P1110vv

  • Proyektor Analog

[masih di edit]

  • Perangkat Display 3D sekarang
P1110045

sedang membokar simpanan perangakat display 3D, tentu produksi tahun sekarang, mungkin sangat sulit ditemukan di toko elektronik ‘biasa’, kecuali pesan on-line

[tulisan artikel ini dan penjelasan gambar-gambar di atas masih direvisi dan di-update]


Phereo, melihat foto 3D di web dengan pilihan berbagai format

Agustus 27, 2014

Tidak seperti di flickr atau album foto di sosial-media lainnya (facebook, google+ dll) dimana koleksi foto-foto 3D mesti dibuat sebagai foto 3D anaglyph (merah-sian) atau free view (lihat silang ataupun lihat sejajar) agar foto 3D tersebut dapat dinikmati langsung dari browser internet di layar komputer, tablet maupun Smart TV, maka di Phereo punya opsi 3D viewer sendiri dan dapat dilihat berbagai display dan aplikasi browser dunia maya.

Di Phereo, kita cukup mengupload satu format dasar saja, misal side-by-side atau mpo, selanjutnya viewer 3D di Phereo akan memberi kebebasan bagi pengamat gambar/foto 3D di internet dengan beberapa pilihan format gambar 3D, mulai dari yang lawas dan sederhana, seperti 3D anaglyph, parallel-view  hingga yang ‘rumit’ dan memerlukan perangkat keras khusus agar dapat melihat gambar 3D tersebut, seperti: 3D vision, interlanced, oculus rift dan 3D TV.halaman album dan koleksi foto 3D

Untuk lebih kenal, silahkan kunjungi album foto 3D saya di Phereo, klik linknya di SINI. Secara sepintas Phereo (foto di atas) akan menampilkan foto ‘biasa’ 2D pada halaman depan secara thumbnails. Jika salah satu gambar dipilih (klik pada gambar), maka akan muncul gambar 3D dengan format anaglyph, dimana memerlukan kacamata 3D anaglyph merah-sian (biru muda).

tampilan foto yang dipilih

 

Pilihan opsi format gambar 3D lainnya dapat dipilih melalui tombol-tombol di bawah kiri bingkai foto. Di situ terdapat tulisan 3D vision, Interlanced, Anaglyph (sebagai pilihan awal), Parallel, Wiggle (flashing GIF) dan terakhir 2D (jika ingin melihat sebagai foto biasa). Khusus 3D vision dan Interlanced memerlukan setting dan perangkat khusus di komputer anda (akan dibahas terpisah di artikel lain).

opsi format 3D yang tersedia

Jika anda mempunyai TV 3D atau monitor berkemampuan menampilkan gambar 3D atau juga jika browsing langsung dari Smart TV (3D), maka silahkan pilih tombol di kanan atas frame foto yang bertuliskan 3D TV.

opsi 3D TV dan oculus rift

Di frame kanan atas juga terdapat tulisan Oculus Rift,  tentu sangat berguna jika anda mempunyai perangkat tersebut. Kedua tombol tersebut (3D TV dan Oculus Rift) akan tampil atomatis sebagai moda full screen. Memang kedua opsi ini hanya optimal jika dilihat dengan tampilan layar penuh.

 

Contoh gambar dalam pilihan Oculus Rift dalam tampilan penuh (full screen) dan windowed.

oculus riff dalam layar penuhwindow oculus rift

 

Berikutnya pilihan 3D TV dalam tampilan windowed, (namun jika dilihat melalui TV 3D mesti dalam moda layar penuh dan pada pengaturan gambar 3D di TV anda pilih ‘Side-by-Side‘ atau SBS). Di sini kita dapat melihat bahwa 3D TV memerlukan format Half Side-by-Side (Half SBS) yaitu format gambar stereo – kiri dan kanan saling bersebelahan tapi rasio horizontal dikompresi separuhnya dari gambar aslinya.

Half SBS untuk 3D TVOke, silahkan  menikmati gambar-gambar 3D di Phereo melalui perangkat yang anda miliki sekarang.

 


View-Master V: VIEWERS

April 10, 2009

Salah satu daya tarik utama dalam mengoleksi View-Master adalah viewer-nya yang sangat beragam. Ada lebih dari 20 macam viewer yang diproduksi sejak View Master pertama kali muncul pada tahun 1939 hingga saat ini. Sebagian besar viewer dinamai menurut abjad, mulai dari Model A hingga viewer terbaru produksi tahun 2000-an yang disebut Model O, meskipun ada pula Model 12 yang hanya diproduksi di Belgia, beberapa viewer khusus dari Discovery Channel, dan beberapa viewer terbaru. Menariknya, hampir semua model viewer ini compatible dengan semua reel View Master karena bentuk, format, dan ukuran reel tetap sama sejak mulai diproduksi tahun 1939 hingga sekarang.

Viewer model B

Viewer Model Bmodel-bb

Viewer tertua yang saya miliki ini diproduksi tahun 1946 dan bersama-sama dengan viewer Model A merupakan dua viewer paling awal yang berbentuk clamshell. Model ini cukup berat karena terbuat dari bakelite, suatu bahan plastik yang – menurut saya – serupa dengan bahan casing telepon rumah tahun 1980-an. Bahan ini digunakan untuk menggantikan viewer model A yang terbuat dari bahan lain yang lebih ringan namun setelah beberapa waktu mudah mmm… apa namanya…. menggeliat atau melengkung, kurang lebih begitu. Untuk memasang reelnya, viewer ini harus dibuka dulu, kemudian setelah reel terpasang, kedua sisi dikatupkan kembali, klik!

Viewer model C

model-c1Viewer produksi antara 1946 hingga 1955 ini juga terbuat dari bakelite. Konstruksinya berat dan kokoh sehingga menjadi viewer yang paling banyak dan paling mudah ditemukan dalam kondisi sangat baik hingga saat ini. Mulai model ini, reelnya dipasang dengan cara diselipkan ke dalam slot di bagian atas viewer.

light-attachment2model-c-lighted1

Pada tahun 1950, Sawyer memproduksi lampu pelengkap yang dapat dipasang di bagian depan viewer ini. Dengan lampu yang menggunakan 2 baterai ukuran D ini, viewer tidak perlu diteropongkan ke arah sumber cahaya. Perhatikan tombol merah di bagian atas untuk menyalakan lampu.

Viewer model E

model-e1

Viewer ini diproduksi antara 1955 hingga 1961 untuk menggantikan model C.

Viewer model F

model-famodel-fb1

Model F diproduksi antara tahun 1959 hingga 1966 dan merupakan viewer terakhir yang dibuat dari bakelite. Viewer ini menggunakan 2 baterai ukuran C untuk menyalakan lampu built-in di dalamnya. Lensanya memiliki perbesaran 5.5X sehingga gambar yang dihasilkan sedikit lebih besar dari pada viewer-viewer sebelumnya.

Viewer model G

model-g1

Viewer yang terbuat dari bahan plastik ringan ini bersama dengan viewer model L mungkin paling banyak dikenal di Indonesia. Viewer ini memiliki masa produksi yang panjang, dari tahun 1959 hingga 1977. Perhatikan berbagai varian model ini dalam hal warna, bentuk tuas pemutar reel, hingga ukuran kedua lubang masuknya cahaya di bagian depan.

Viewer model H

model-h

Viewer ini diproduksi sekitar akhir tahun 70-an dan memiliki lampu built-in di dalamnya.

Viewer model L

model-l

Viewer yang pertama saya koleksi dan salah satu yang paling banyak dikenal di Indonesia. Viewer ini memiliki masa produksi paling panjang, mulai 1977 untuk menggantikan model G hingga tahun 2000-an. Varian dari model L ini adalah viewer berbentuk ‘topeng’ Mickey Mouse, Batman, Big Bird, Casper, bahkan Power Rangers.

Viewer model M

model-mSalah satu viewer yang berbentuk unik produksi tahun 1986 hingga 1990.  Bagian depan viewer ini berupa plastik transparan yang memperlihatkan mekanisme di dalam viewernya.  Tidak seperti viewer-viewer sebelumnya yang menggunakan tuas di bagian samping, viewer ini menggunakan tombol yang ditekan untuk menggerakkan reel.

Viewer model N

model-nViewer ini diproduksi mulai tahun 1992 hingga 1998 dan merupakan viewer pertama yang made in China. Perhatikan tulisan ‘Lighted’ di bagian bawah depan. Lighted? Ya, viewer ini cukup unik karena bisa digunakan dengan 2 cara: diteropongkan ke sumber cahaya, atau menggunakan lampu built-in di dalamnya. Alat ini dijalankan dengan 2 baterai ukuran AA.

Viewer model O

model-oViewer model inilah yang saat ini dapat dijumpai di banyak toko mainan anak di Indonesia. Viewer ini memanfaatkan cahaya yang datang dari atas sehingga tidak perlu diteropongkan ke arah sumber cahaya. Fisher Price mulai memproduksi viewer model ini pada tahun 2000. Sebagaimana lazimnya produk China (ehm!), ada banyak cacat produksi pada model ini, jadi jika Anda berminat untuk membelinya, cobalah satu persatu untuk mendapatkan produk yang bagus dan nyaman digunakan.

talking1sound-reel

Salah satu varian model O adalah View Master Super Sounds Viewer. Reel set khusus untuk View-Master Super Sounds dikemas dalam cartridge yang memiliki sound chip di ujungnya. Untuk mendapatkan efek suara di setiap gambar, cartridge diselipkan ke dalam slot di bawah viewer, sementara reelnya diselipkan ke dalam reel slot. Karena ukuran dan format reelnya tidak berbeda, reel biasa tetap dapat dipasang pada viewer ini.

Virtual Viewer

virtual-viewer1Viewer ini juga dibuat di China pada tahun 2000-an. Kualitas bahan dan lensanya kurang bagus, demikian pula – setidaknya milik saya - reel yang dipasang di viewer ini kadang-kadang tidak berhenti dengan pas. Meskipun demikian viewer ini menghasilkan gambar yang lebih besar dari viewer-viewer sebelumnya.

Talking View-Master Viewer

talking-2

Viewer produksi 1997 ini tidak menggunakan reel melainkan sebuah cartridge yang berisi 16 gambar 3-D. Untuk mendapatkan efek suara dari setiap gambarnya, kita harus menekan tombol kecil putih di sebelah kiri. Sepanjang pengetahuan saya, hanya ada 4 cartridge yang diproduksi untuk viewer ini: Batman & Robin, Jurrasic Park – The Lost World, The Wubbulous World of Dr. Seuss, dan satu lagi yang belum saya miliki: Winnie The Pooh. Viewer ini dioperasikan dengan 3 baterai ukuran AAA.

Discovery Channel View-Master Viewer

discovery2discovery-channel

Bekerja sama dengan Discovery Channel, View-Master tidak hanya menghasilkan reel-reel khusus pengetahuan, tetapi juga beberap viewer berbentuk binocular, telescope, bahkan microscope. Selain untuk melihat gambar 3-D melalui reel View-Master, viewer-viewer ini juga dapat digunakan sebagaimana fungsinya sebagai teropong dan mikroskop.


View-Master IV: Ensiklopedia dalam 3-D

November 18, 2008

Inilah seri reel View-Master yang bagi saya paling menarik.  View-Master yang selama ini kita ingat hanya sebagai mainan anak-anak, ternyata dapat menjadi sesuatu yang ‘serius’.  Bayangkan Anda mempelajari Fisika, Sejarah, atau Biologi dengan bantuan penjelasan dan gambar dalam 3 dimensi.

Reel berjudul Matter and Energy dari View-Master Science Series misalnya berisikan gambar-gambar berbagai percobaan fisika mulai dari percobaan timbangan, bejana berhubungan, hingga katrol dan percobaan Archimedes.  Dan hebatnya, semuanya dalam 3 dimensi sehingga dengan melihatnya seolah-olah kita berada dalam sebuah laboratorium fisika.  Sementara itu bookletnya sendiri memberikan penjelasan untuk masing-masing gambar disertai dengan berbagai ilustrasi yang membantu kita memahami lebih lanjut gambar-gambar yang kita lihat.

booklet

Inilah beberapa judul reel set View-Master World of Science yang saya miliki:  Wonders of the Deep, Airplanes of the World, Prehistoric Life – Paleontology, Wild Animals of the World, Exploring the Universe – Astronomy, Probing the Past – Archeology, The Balance of Nature – Ecology, dan Fish Life – Ichtiology.

world-of-science1

Sementara ketiga reel set di bawah ini adalah View-Master Science Series (kemungkinan ini adalah sebutan yang lama ketika View-Master masih diproduksi oleh Sawyer): Our Planet Earth – Geology, The Plant Kingdom – Botany, dan Birds of the World – Ornithology.

science-series

Ada pula beberapa reel set yang berhubungan dengan misi luar angkasa AS, yang dipersiapkan sejak tahun 1959.  Foto yang ditampilkan mulai dari training awak pesawat ulang alik, keadaan ruang kendali misi di Houston, tour di Kennedy Space Center, hingga peluncuran Apollo yang semuanya dalam 3 dimensi.  Sementara itu foto-foto pendaratan di bulan ditampilkan sesuai aslinya dalam 2 dimensi.

space-exploration-series

Reel set berikut tidak termasuk dalam Science Series, tetapi menurut saya menarik untuk diulas.  Yang pertama adalah reel set berjudul Famous STAMPS. Reel set ini berisikan foto-foto lebih dari 50 perangko dan sampul hari pertama yang paling bersejarah, menarik, dan berharga.  Salah satunya adalah perangko pertama di dunia, yaitu The One Penny Black yang diterbitkan di Inggris tahun 1840.  Efek 3 dimensi yang ditampilkan di sini adalah perangko-perangko tersebut seolah-olah melayang di atas background.

stamp


View-Master III: Berkeliling Dunia dengan View-Master

Agustus 5, 2008

Foto-foto mengenai tempat-tempat terkenal di dunia mungkin bisa kita dapatkan dengan mudah di internet. Tetapi dengan View-Master gambar-gambar itu menjadi istimewa karena kita akan merasa seolah-olah sedang berada di tempat tersebut!

ViewMaster memang pada awalnya dimaksudkan sebagai pengganti kartu pos yang dijual sebagai cinderamata di tempat-tempat wisata. Itulah sebabnya, View-Master memiliki banyak sekali koleksi scenic reel sets. Koleksinya begitu beragam dan mencapai ribuan judul mulai dari tempat-tempat di Amerika yang dikelompokkan dalam United States Travel Series, hingga negara-negara di dunia dalam World Travel Series dan Nations of The World Series. United Travel Series sendiri bahkan masih dibagi ke dalam beberapa kelompok misalnya, National Parks Series, Historic America Series, State Tour Series, dsb.

United State Travel Series

Pada tahun 1951 produsen View-Master saat itu yaitu Sawyer’s Inc. mendapat lisensi untuk mempromosikan Disneyland yang baru dibuka. Karena itu View-Master juga memiliki reel set yang dikelompokkan dalam The Wonderful World of Disneyland Series

Disneyland

Setiap paket berupa sampul berukuran 11,5cm x 11,5cm berisikan 3 buah reel, 1 amplop reel, 1 buklet/storybook, dan 1 lembar order form (formulir pemesanan – berisi daftar paket reel yang dapat dipesan melalui pos).

Khusus paket reel dari Nations of the World Series dan Souvenir Pak Series, disertakan juga satu keping mata uang dan perangko dari negara yang bersangkutan.  Souvenir Pak Series bahkan menyertakan satu lembar miniatur bendera dan partitur lagu kebangsaan negara tersebut.

Nations of the World Series

Souvenir Pak Series

Bagian depan dan belakang sampul Souvenir Pak Series

Reel set The Capitol, Washington D.C., USA.  Sebelah kiri adalah reel paket produksi 1967, lengkap dengan buklet.  Sebelah kanan adalah produksi tahun 2001, berupa blister pack tanpa buklet dan berisikan foto-foto yang identik dengan reel paket produksi 1967.

View-Master juga mengeluarkan reel set dalam satu container kecil berisi 7 hingga 10 reel.  Biasanya dijual bersama viewernya dengan tema tertentu.  Gambar di bawah adalah reel set bertema America’s Scenic Wonders berisi 7 reel.

Indonesia dalam View-Master?  Hehe… tentu saja ada.  Di bawah ini adalah paket reel berjudul Island of Bali produksi 1962.  Reel-reelnya berisikan gambar-gambar lanskap Bali, beberapa pura, penari Legong, hingga Ngaben atau upacara pembakaran jenazah.  Perhatikan sampul depan bukletnya yang bergambar peta Bali lengkap dengan lambang negara Garuda Pancasila.  Pada judulnya tertulis: View-Master Guidebooklet to BALI (INDONESIA).  Sampul belakang buklet ini bergambar peta Indonesia, minus Papua.

Island of Bali

Nah, terakhir, perhatikan paket reel View-Master di bawah ini :)

Ini adalah paket reel New York World’s Fair 1964/1965 Series dengan tema International Area.  Rupanya Paviliun Indonesia begitu menarik sehingga View-Master menampilkannya di sampul depan paket reel ini.


View-Master II: Kartun Favorit dalam 3 Dimensi

Maret 21, 2008

     Pernah membayangkan nonton film kartun Scooby Doo atau Mickey Mouse dalam 3 dimensi?  Nah, dengan View-Master film-film kartun yang gambarnya datar atau ‘flat‘ mampu tampil dengan efek ‘dalam’ dan ‘tebal’.  Koleksinya pun sangat beragam: mulai dari Steamboat Willie (film pertama Miki Tikus) yang masih hitam putih, Popeye dan The Flintstones yang populer pada era 70-an dan 80-an hingga film-film terbaru seperti Dora the Explorer dan Spongebob Squarepants.

Cartoon series  Reel Packet

     Reel-reel bertemakan film kartun atau kisah-kisah dongeng mulai muncul sejak View-Master yang dimiliki oleh Sawyer’s Inc. mendapat lisensi untuk menampilkan karakter Disney sekaligus mempromosikan grand opening Disneyland pada tahun 1951.  Reel-reel yang dijual masih berupa single reel dimana kisah-kisah dongeng seperti Hansel and Gretel atau Jack and the Beanstalk masing-masing ditampilkan dalam 1 keping reel. 

 Clay Model

     Baru pada tahun 1957 mulai digunakan sistem penomoran baru dan reel-reel dikemas dalam paket semacam amplop berbentuk bujursangkar lengkap dengan buklet berisi narasi untuk masing-masing gambar.   Sejak saat itulah film-film Disney seperti Cinderella, Sleeping Beauty, Winnie the Pooh, dan lain-lainnya muncul dalam paket reel lengkap dengan buklet.  Pada masa itu, untuk menghasilkan gambar 3 dimensi adegan-adegan dalam film-film kartun tersebut dibuat modelnya lagi dengan menggunakan clay kemudian difoto dengan menggunakan kamera 3 dimensi.  Pemodelannya dikerjakan dengan sangat teliti sehingga detil-detil seperti cipratan air, asap, atau nyala api terlihat begitu nyata dan mengesankan.  Kedua foto di bawah ini adalah proses pengambilan gambar adegan untuk View-Master reel yang merupakan adaptasi dari film kartun Disney berjudul Robin Hood.

Robin Hood1  Robin Hood2 

     Pada tahun-tahun selanjutnya, film-film kartun tidak lagi diadaptasi dengan menggunakan clay model, tetapi langsung berupa gambar kartun/animasi yang ditampilkan secara 3 dimensi.  Beberapa film yang sudah dibuat reelnya dalam bentuk adaptasi dengan clay model dibuatkan lagi reel set baru berisikan gambar kartun asli sesuai dengan filmnya.  Di bawah ini adalah contoh perbandingan antara reel berisikan gambar kartun dan clay model dari film Winnie the Pooh and the Honey Tree dan Cinderella.   Pasangan gambar di sebelah kiri adalah clay model sedangkan gambar sebelah kanan adalah animasi kartun.  Perhatikan pengadeganan yang mirip di antara keduanya.

Clay pooh Pooh

Cinderella1 Cinderella2

     Para ilustrator di View-Master rupanya mempelajari betul-betul konsep dimensi dan jarak dalam gambar 3 dimensi sehingga film-film kartun tersebut benar-benar mampu tampil utuh layaknya foto stereo.  Sedemikian telitinya para ilustrator View-Master sehingga gambar obyek-obyek yang berbentuk bulat atau melengkung pun dapat tampil seolah-olah memiliki dimensi ketebalan sekalipun tetap berupa gambar kartun.

Kemasan

     Pada tahun 1966, Sawyer’s menjual View-Master kepada General Aniline & Film (GAF) Corporation.  Pada masa ini kemasan reel pack mengalami sedikit perubahan desain.   Perhatikan perbedaan kedua jenis kemasan amplop dan buklet di bawah dalam hal logo perusahaan (sebelah kiri adalah Sawyer dan sebelah kanan adalah GAF) 

Sawyer & GAF

      Tahun 1981 seiring dengan dijualnya View-Master kepada sekelompok investor yang dipimpin oleh Arnold Thaler dan berganti nama menjadi View-Master International Group, berakhirlah masa reel pack dengan amplop dan buklet.  Sejak saat itu hingga saat ini reel-reel View-Master dijual dalam kemasan blister pack tanpa buklet.  

Blister Pack

     Pada dasarnya, reel-reel dalam blister pack merupakan reproduksi sehingga tetap menampilkan gambar-gambar yang sama dengan reel-reel dalam kemasan-kemasan terdahulu.


View-Master: Retro? Tidak juga…

Februari 18, 2008

Mungkin bagi sebagian besar dari kita istilah View-Master, atau Viewmaster, atau View Master (ejaannya memang bermacam-macam) tidak berarti apa-apa. Tapi saya yakin Anda yang lahir tahun 70-an hampir pasti kenal ‘mainan’ ini: sebuah alat mirip kamera yang ketika diteropongkan ke arah sumber cahaya dapat menampilkan berbagai foto/gambar dalam 3 dimensi.
Viewer model L keluaran th ‘90-an Model G dengan reel

Untuk melihat gambar 3 dimensi dengan View-Master ini dibutuhkan sebuah View-Master viewer (alat yang berbentuk seperti kamera/teropong) dan View-Master reel (cakram berisi slide-slide di sekelilingnya). Sepanjang pengetahuan saya, viewer yang didistribusikan di Indonesia pada tahun ’70-an adalah yang berwarna merah putih dengan ujung tuas warna biru. Di negara asalnya (Amerika), viewer ini disebut viewer model G. Selanjutnya pada tahun ’80-an masuklah viewer model baru berwarna merah dengan tuas warna oranye. Hampir mirip seperti yang saya punya dalam foto di atas, hanya saja tuasnya tidak gepeng, tetapi bulat seperti kelereng. Ini adalah viewer model L. Pada bagian atas viewer terdapat sebuah slot untuk menyisipkan reel berisi 14 slide film yang dapat menghasilkan 7 gambar 3 dimensi. Tuas di sisi kanan viewer berfungsi untuk memutar reel sehingga gambar-gambar yang ditampilkan dapat berganti-ganti.

Reel

Saya pertama kali mengenal mainan ini waktu SD, kira-kira 25 tahun yang lalu. Ketika itu sepupu saya mendapat hadiah dari kakaknya sebuah View-Master viewer warna merah dan setumpuk reel berisikan gambar-gambar Disneyland dan film-film kartun. Yang saya ingat waktu itu gambar-gambarnya bagus sekali, tetapi saya sama sekali tidak menyadari bahwa gambarnya dalam 3 dimensi. Bagaimanapun pengalaman itu tersimpan dalam memori saya. Bertahun-tahun kemudian, saat masih kuliah di Bandung pada sekitar akhir ’90-an saya melihat alat ini lagi di sebuah toko mainan impor di sebuah mal.  Saya ingat sekali harga viewer-nya Rp 24.500 plus bonus 1 buah reel berjudul Winnie the Pooh and The Honey Tree.  Nah, inilah koleksi View-Master pertama saya.  Harga reel-nya sendiri per setnya (isi 3 buah reel) Rp 29.900.  Reel yang tersedia di Indonesia waktu itu hanya bertemakan film-film kartun, terutama Disney: mulai dari Hunchback of Notre Damme, Aladdin, hingga Dinosaur. Semuanya dikemas dalam blister pack berisi 3 reel.  Rupanya alat ini dimaksudkan sepenuhnya sebagai mainan anak-anak sehingga reel-reel bertemakan tempat-tempat wisata seperti Disneyland atau Grand Canyon sudah tidak lagi didistribusikan Indonesia.

Reel dalam kemasan blister pack

Sesungguhnya pada awalnya View-Master diciptakan sebagai “barang serius.” Alat yang diciptakan oleh William Gruber pada tahun 1939 ini bahkan pernah digunakan dalam pelatihan militer AS semasa Perang Dunia II untuk mengidentifikasi berbagai jenis kapal dan pesawat! Selanjutnya View-Master dijual di berbagai tempat wisata di AS sebagai suvenir bagi pelancong.  Alat ini pernah muncul di berbagai film, video klip, iklan, bahkan menjadi undangan pesta selebritis. Koleksi reel-nya pun berjumlah ratusan, bahkan ribuan set dengan ruang lingkup yang sangat luas: mulai dari pemandangan alam, tempat wisata, film kartun anak-anak, film serial televisi, film layar lebar, hingga ilmu pengetahuan dan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah. Hingga tahun ’70-an setiap reel set (set berisi 3 reel) dilengkapi dengan buklet berisi penjelasan mengenai setiap gambar, layaknya ensiklopedi dalam 3 dimensi. Beberapa reel set bertemakan Nations of the World bahkan di dalam kemasannya disertakan selembar perangko dan sekeping mata uang dari negara yang bersangkutan.

Reel set travel series keluaran th ‘60-an Buklet dalam reel set Reel set dengan koin dan perangko

Keanekaragaman itulah yang menyebabkan View-Master memikat hati ribuan kolektor di seluruh dunia. International Stereoscopic Union memperkirakan ada 2000 hingga 3000 kolektor serius View-Master di seluruh dunia. Bukan hanya reel set-nya saja yang layak dikoleksi, viewer-viewer-nya yang berjumlah sekitar 20 macam juga sangat menarik untuk dikoleksi. Hebatnya, bentuk reel sejak pertama kali muncul tahun 1939 hingga produksi saat ini tidak pernah berubah sehingga bisa dipakai dalam semua jenis viewer. Ke depan, saya akan mengulas lebih detil mengenai koleksi reel dan viewer-viewer yang telah saya kumpulkan.

Sayang sekali, sekarang ini untuk mencari “mainan jaman dulu” ini di sini sangat sulit. Kebanyakan telah rusak atau hilang. Tentu saja, anak kecil mana bisa meng’handle‘ benda kecil ringkih berisi slide-slide film seperti ini. Kalau tidak dirobek, ya dilempar-lempar, ketumpahan makanan, atau hilang. Distribusi View-Master di Indonesia pun entah kenapa terhenti pada sekitar awal 2000-an.  Jadi bayangkan susahnya berburu sisa-sisa koleksi ini di Indonesia.  Mungkin itu sebabnya banyak orang menganggap View-Master adalah barang ‘retro’ meskipun sebenarnya tidak karena hingga saat ini pun masih terus diproduksi. Saya sendiri sangat beruntung karena saudara sepupu saya yang tinggal di Amerika mau berbaik hati menolong saya mengumpulkan sebagian besar koleksi saya.  Jadilah kumpulan koleksi saya seperti dalam foto-foto seperti di atas…

Di Indonesia sendiri, baru pada akhir tahun 2007 lalu saya dapati View-Master model terbaru mulai masuk lagi. Viewer-nya telah bermetamorfosis, jadi tidak perlu diteropongkan lagi ke arah sumber cahaya, cukup digunakan di bawah lampu saja.  Bagusnya, leher tidak pegal-pegal lagi :-) .  Slot untuk menyisipkan reel juga berpindah ke depan. Viewer model O ini menghasilkan gambar yang lebih besar dari viewer model G dan L.  Sayangnya, kita harus pintar-pintar memilih viewer karena banyak yang alignment-nya tidak pas sehingga kurang nyaman digunakan.  Nah, kalau viewer-viewer jaman dulu masih made in USA, sekarang made in China… hehehe… jadi itu to penyebabnya…. Harga viewer-nya?  Rp. 99.500, dan reel-nya Rp 59.500 per set.  Ck..ck..ck..

Viewer model O


Aneka Fauna Laut disajikan dalam 3D

Januari 27, 2008

Jarang sekali ada buku yg dikemas sehingga berfungsi sebagai ‘viewer 3D’. Namun buku yg berjudul ‘Beneath the Sea’ adalah buku yg unik dan serius menampilkan gambar-gambar hewan laut dalam format stereoscope.

Tidak spt buku 3Dimensi umumnya yg memberikan kaca mata anaglyph, buku ini malah memanfaatkan lipatan bagian dalam dari halaman depan (hard cover) sebagai ‘viewer’ buku tsb.

Kualitas cetak buku ini sangat baik dan dng kerapatan tinggi, sehingga titik-titik krn percetakan separasi warna tidak terlihat melalui kaca pembesar dari ‘viewer’nya.

sea_3d_1.jpg sea_3d_2.jpg sea_3d_3.jpg

Mark Blum adalah seorang penyelam yg sdh antusias terhadap foto 3D sejak ia berusia 15 tahun. Tidak heran foto-foto 3D dlm buku ini sangat terjaga kualitasnya terutama dlm ia mempresentasikan sensasi kedalaman sehingga tetap nyaman di mata hingga foto terakhir.

Salam


Resensi – Koleksi buku 3D dlm Desember 2007

Januari 26, 2008

Sdh dua buku 3Dimensi yg terbeli oleh saya, akhir tahun kemarin. Kedua buku tsb sama-sama memakai teknik Anaglyph dan yg berbeda adalah: buku yg satu ditujukan untuk anak-anak dan yg satunya dikhususkan untuk pembaca orang dewasa. Yup, ..benar2 untuk ‘dewasa’.

“The 3D Dinosaurs Book”
Ok. kita lihat dulu buku yg ditujukan untuk anak-anak, yaitu “The 3D Dinosaurs Book” [terbitan dari Tormont Publication - Canada]. Buku yg saya beli di PIM 1 memiliki ukuran sangat lebar (besar) dan berbahasa Ingris . Bila dibandingkan buku 3D yg mirip sebelumnya yaitu “Walking with Dinosaurus”, cetakan & kualitas buku ini tidak terlalu istimewa, krn teknik anaglyph yg dipakai bukan yg berwarna melainkan hitam-putih dan tidak terlalu kontras. Sehingga hasil 3 D -nya tidak terlalu ‘wah’. Hasil yg terbaik bila kita melihatnya dalam kondisi ruang yg cukup terang atau siang hari. Walau ukuran buku terlalu besar, namun sayangnya masing-masing gambar 3D tidak sebesar halamannya. Ini beda jauh dng buku “Walking with Dinosaurs”, dimana foto-foto 3D yg diambil dari film dokumenter – BBC yg berjudul sama memiliki ukuran foto sebesar halaman bukunya……cukup puas lah.

Perbandingan halaman depan antara “The 3D Dinosaurs Book” dng “Walking With Dinosaurs 3D Dinosaurs”

Perbandingan halaman depan antara “The 3D Dinosaurs Book” dng “Walking With Dinosaurs 3D Dinosaurs”

Tata letak halaman kedua buku

Tata letak halaman kedua buku

Bagi saya buku 3D – Dinosaurus yg berkesan adalah “Walking With Dinosaurs” [terbitan D.K.], buku ini sdh naik cetak beberapa kali dan sdh dicetak beberapa kali juga dalam bahasa indonesia. Namun saat ini, sudah sulit ditemui, jadi anggaplah buku “The 3D Dinosaurs Book” sebagai penggantinya. Saya tidak menuliskan ISBN dari kedua buku tsb krn terlalu banyak penerbit masing2 negara yg mencetaknya dng nomor ISBN sendiri-sendiri.

Harga buku “The 3D Dinosaurs Book” adalah Rp 65 ribu terasa menjadi mahal krn buku ini tidak ‘sehebat’ “Walking with Dinosaurs”, namun ngga ada salahnya untuk di koleksi, soalnya buku spt ini sangat jarang didapat di toko buku. Waktu saya membeli masih ada 3 copy yg tersegel dan satu copy untuk dilihat.

“SensationalSex “
TheWordFirst 3DGuide ToTrulySensationalSEX
Wah…dari judulnya sdh jelas ini untuk orang dewasa. Buku ini saya beli di toko buku Aksara – kemang, waktu itu tersedia 2 copy, terbungkus plastik dan yg satu lagi sdh terbuka. Yg membuat penasaran dan ingin tahu adalah layout buku ini tidak sama dng buku sex education yg lainnya……perasaan saya mengatakan buku ini pasti memiliki cara penyajiannya berbeda…..Yup benar, setelah diteliti ternyata ini adalah buku 3Dimensi!!!

sensatio_cov.jpg

Akhirnya ketemu juga buku 3D yg memanfaatkan pencerapan kedalaman pada buku yg bukan sebagai barang ‘mainan’. Apa yg diharapkan dari penulis – Suzie Hayman memang tidak salah, setelah melihat satu persatu foto-foto pada buku ini, sensasi yng diharapakan dari sex-education lebih ‘terasa’.

Kualitas foto anaglyph sangat bagus dan didukung kaca mata yg lebar dan filter yg bermutu, sehingga ‘ghost’ atau bayangan krn filter yg jelek hampir sulit didapat. Dengan teknik 3D yg simpel (tidak berlebih-lebihan)…foto-foto dari dua insan yg sedang ber’cinta’ serasa lebih hidup dan sensual.

sensatio_page.jpg

Yg membuat agak mengganggu adalah layout foto yg diletakkan diantara lipatan(jilid) buku. Dan buku itu sendiri tidak bisa dibuka rata, sehingga gambar terdistorsi ditengah-tengah. Mungkin maksudnya supaya tidak bisa di ‘scan’ =D

Oya, harga Rp 180an ribu, menjadi terasa tidak mahal karena buku ini ber’hardcover’, lux, berwarna serta kaca mata 3D yg berkualitas.

salam


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.